Tuan di lubuk dada masih tersenyum
Suara matahari keringkan ladang rindu
Membakar dedaun hasrat
Bersama penyesalan yang gagal
Oleh kemanisan di wajah yang masih tertinggal
'Pun kala senyummu berlalu dari mata usia
..Di bawah kulit kita getar rasa menyebar
Menelan semua kegundahan yang tercecer di petak hari
Ia bersembunyi di bawah selapis tebal kesetiaan
Di pertunjukan cakrawala kita di persatukan
Oleh kearifan berjarak
dengan dasar perasaan tak terjelaskan
Walau rasa kita berkeliaran
bersama fragmen fragmen rumit..
Entah mengapa setia asa bersetubuh denganku
'Pun pada kegembiraan yang hanya sesekali bertandang
Sebab dongeng moralitas kerap keluar
Dari persembunyiannya
Lalu bergeming..
mengambang di permukaan wajah kita
Pulanglah ke cakrawala cinta..,
Kembali ke kehidupan yang sebenarnya
Di sana.., cinta menentukan
Siapa yang pantas di cintai,
Seberapa banyak ia di cintai
Dan bagaimana mencintai..
bila ada kalamu..,sudi ajak aku ke sana
Di atas jalanku..,
sebuah padang rumput kecil dan cerah muncul.
(Terinpirasi oleh khazanah imajinasi Arundhati Roy).
Senin, 18 Juli 2011
Jumat, 24 Juni 2011
pikatanmu
aku tetap ingin merasa bahagia tak berbatas
seperti pohon yang bahagia dengan akar batang dedaunnya
atau seperti ikan yang bahagia dengan sirip siripnya
aku ingin melelehkan waktu yang membeku
setelah keheningan duduk di antara kita dan menggelembung
setelah semua rasa asam yang berdesis aku muntahkan
dari sisa cerita kita yang mengerumun di keputusasaan
sebab kemarin tak ada tempat meletakkan khayalan
hari ini di punggungku kau bisa melihat
dedaun dan bunga bunga keberuntungan bermekaran
dari pikatan pikatanmu
pikatan yang berisi kesederhanaan udara hati, menelan kebun kesuraman
pikatan yang mengurai cahaya di jiwa, menyalakan langit
pikatan pengharapan di cakrawalaku
pikatan yang suburkan kebun kehidupanku.
seperti pohon yang bahagia dengan akar batang dedaunnya
atau seperti ikan yang bahagia dengan sirip siripnya
aku ingin melelehkan waktu yang membeku
setelah keheningan duduk di antara kita dan menggelembung
setelah semua rasa asam yang berdesis aku muntahkan
dari sisa cerita kita yang mengerumun di keputusasaan
sebab kemarin tak ada tempat meletakkan khayalan
hari ini di punggungku kau bisa melihat
dedaun dan bunga bunga keberuntungan bermekaran
dari pikatan pikatanmu
pikatan yang berisi kesederhanaan udara hati, menelan kebun kesuraman
pikatan yang mengurai cahaya di jiwa, menyalakan langit
pikatan pengharapan di cakrawalaku
pikatan yang suburkan kebun kehidupanku.
Selasa, 14 Juni 2011
tentang cerita
aku ingin bercerita kepadamu ...
tentang setetes hujan harapan berwarna keperakan
di antara pepohonan sunyi yang mengawasi pelarianku
dari dengung suara para penabur badai
'tuk menemukan kembali senyum merah delimamu
kemarilah.., mendekatlah sesaat
ada yang tak bisa ku lakukan
seperti menulisi mimpiku di antara helaian rambutmu
atau di belahan hatimu
saat matahari tengah membara
aku masih mencari catatan kebijaksanaan
dalam lengking kegembiraan jiwamu menemukanku
seperti cahaya yang naik ke dalam udara sore
dalam kemerahan langit
saat ini .., ceritakan kepadaku
adakah senandung mantra kita sama ?.
tentang setetes hujan harapan berwarna keperakan
di antara pepohonan sunyi yang mengawasi pelarianku
dari dengung suara para penabur badai
'tuk menemukan kembali senyum merah delimamu
kemarilah.., mendekatlah sesaat
ada yang tak bisa ku lakukan
seperti menulisi mimpiku di antara helaian rambutmu
atau di belahan hatimu
saat matahari tengah membara
aku masih mencari catatan kebijaksanaan
dalam lengking kegembiraan jiwamu menemukanku
seperti cahaya yang naik ke dalam udara sore
dalam kemerahan langit
saat ini .., ceritakan kepadaku
adakah senandung mantra kita sama ?.
Jumat, 10 Juni 2011
rindu
di sudut semesta
kau menatapku dari seberang hari
tanpa patahan abjad
dan hanya seperti itu
di helaian nafas
aku melihat jiwamu dalam maya
memeluk mesra mimpi mimpi
yang bersetubuh di rasa kau dan ku
di lari bumi
raga raga kita terdedah
oleh janji matahari bertemu rembulan
bawa hangat hatimu untukku
kekasih, aku rindu.
kau menatapku dari seberang hari
tanpa patahan abjad
dan hanya seperti itu
di helaian nafas
aku melihat jiwamu dalam maya
memeluk mesra mimpi mimpi
yang bersetubuh di rasa kau dan ku
di lari bumi
raga raga kita terdedah
oleh janji matahari bertemu rembulan
bawa hangat hatimu untukku
kekasih, aku rindu.
Jumat, 06 Mei 2011
a taste of wisdom
An aging Hindu master grew tired of his apprentice complaining and so, one morning, sent him for some salt.
When the apprentice returned, the master instructed the unhappy young man to put a handful of salt in a glass of water and then to drink it.
"How does it taste?" the master asked.
"Bitter," spit the apprentice.
The master chuckled and then asked the young man to take the same handful of salt and put it in the lake.
The two walked in silence to the nearby lake and once the apprentice swirled his handful of salt in the water, the old man said, "Now drink from the lake."
As the water dripped down the young man's chin, the master asked, "How does it taste?"
"Fresh," remarked the apprentice.
"Do you taste the salt?" asked the master.
"No," said the young man.
At this the master sat beside this serious young man, who so reminded him of himself, and took his hands, offering:
"The pain of life is pure salt; no more, no less. The amount of pain in life remains exactly the same. However, the amount of bitterness we taste depends on the container we put the pain in. So when you are in pain, the only thing you can do is to enlarge your sense of things. Stop being a glass. Become a lake."
( an inspiring story from http://www.Spiritual-Short-Stories.com )
The author of this spiritual story is unknown and greatly appreciated *
When the apprentice returned, the master instructed the unhappy young man to put a handful of salt in a glass of water and then to drink it.
"How does it taste?" the master asked.
"Bitter," spit the apprentice.
The master chuckled and then asked the young man to take the same handful of salt and put it in the lake.
The two walked in silence to the nearby lake and once the apprentice swirled his handful of salt in the water, the old man said, "Now drink from the lake."
As the water dripped down the young man's chin, the master asked, "How does it taste?"
"Fresh," remarked the apprentice.
"Do you taste the salt?" asked the master.
"No," said the young man.
At this the master sat beside this serious young man, who so reminded him of himself, and took his hands, offering:
"The pain of life is pure salt; no more, no less. The amount of pain in life remains exactly the same. However, the amount of bitterness we taste depends on the container we put the pain in. So when you are in pain, the only thing you can do is to enlarge your sense of things. Stop being a glass. Become a lake."
( an inspiring story from http://www.Spiritual-Short-Stories.com )
The author of this spiritual story is unknown and greatly appreciated *
Senin, 18 April 2011
pamit
telah aku tinggalkan hatimu
kasih-kasihku kau angin-anginkan
kau tak memerangkapnya
dalam buai kasihmu
kau hanya memandangnya
meminjamnya sasaat
lalu kau berlalu
sesekali kau kembali
berpikir
toh kasih akan terus berlimpah
dari lemah hati milikku
pikirmu
kasih-kasihku terjaga senantiasa
tanpa perlu
kau merawatnya
atau mengasihi kasih
lakumu teguhkan laraku
aku pamit
bersamamu hanya luruhkan
jiwa raga rasa
dalam kubang lelah terasing
dari asa hidup
tak perlu kau harap
pun remah-remah kasihku
untukmu,
karena di utuh sisa waktuku
aku ingin bahagia
tanpamu.
kasih-kasihku kau angin-anginkan
kau tak memerangkapnya
dalam buai kasihmu
kau hanya memandangnya
meminjamnya sasaat
lalu kau berlalu
sesekali kau kembali
berpikir
toh kasih akan terus berlimpah
dari lemah hati milikku
pikirmu
kasih-kasihku terjaga senantiasa
tanpa perlu
kau merawatnya
atau mengasihi kasih
lakumu teguhkan laraku
aku pamit
bersamamu hanya luruhkan
jiwa raga rasa
dalam kubang lelah terasing
dari asa hidup
tak perlu kau harap
pun remah-remah kasihku
untukmu,
karena di utuh sisa waktuku
aku ingin bahagia
tanpamu.
Selasa, 22 Februari 2011
just dance
sweet silent thought
flowing me with the air of love
filling it with the rainbow stories
just dance ..
with the music of life
because there's a time for every season.
flowing me with the air of love
filling it with the rainbow stories
just dance ..
with the music of life
because there's a time for every season.
Langganan:
Postingan (Atom)